Selasa, 29 September 2020

Upaya Korindo Group Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Korindo Group Beserta Anak Perusahaan Bahu Membahu Membangun dan Meningkatkan Kesehatan Warga Pedalaman Papua. Sumber Gambar: https://korindonews.com/korindo-donates-ppe-hazmat-suits-to-hospitals-in-papua/
Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi global Covid-19 telah memberikan dampak sangat luar biasa bagi tatanan kehidupan kita. Tidak disangka, pandemi yang menyerang hampir seluruh dunia ini sungguh membuat semua orang khawatir, tidak terkecuali bagi penduduk di perkotaan maupun di pedesaan dan pelosok-pelosok. Sudah 216 negara di seluruh dunia mengkonfirmasi warganya positif terserang wabah mematikan ini.

Serangan pandemi global ini semakin membuat kita harus mengetatkan disiplin diri dengan berbagai protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah dan sesuai dengan instruksi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sehingga keselamatan dan kesehatan terjamin agar tidak terjangkit oleh CoronaVirus Disesase (Covid-19) yang penyebarannya bisa lewat tetesan atau droplet oleh bersin atau batuk yang menginfeksi orang yang ada disekitarnya.

Sehingga cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan gerakan Disiplin 3M, diantaranya: (1) Menggunakan atau memakai masker ketika berada di luar rumah. Hal ini sangat penting, seperti pepatah mengatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, artinya lebih baik kita berjaga-jaga dengan memakai masker sebagai syarat protokol kesehatan ketika berada dan beraktivitas di luar rumah, daripada terinfeksi virus yang akan menyerang sistem pernafasan kita.

(2) Mencuci tangan. Ini hal sangat penting untuk menjaga kesehatan, karena dengan sering-sering mencuci tangan, maka peluang besar terhindar dari Covid-19 akan terwujud, kenapa? Karena tanpa disadari kita sering usap wajah, kucek mata, padahal kita baru pegang gagang pintu atau pegang sesuatu yang sering dipegang orang lain. Dengan mencuci tangan pakai sabun dan air bersih yang mengalir? Maka kuman-kuman atau virus yang menempel bisa hilang dibawa air.

(3) Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Memang sifat manusia itu adalah berkumpul dan berkelompok-kelompok, namun keberadaan pandemi ini mengajari kita untuk tidak menciptakan kerumunan atau ikut di dalamnya sehingga tidak terjadi kontak fisik yang berakibat makin banyaknya terinfeksi. Adalah tanggungjawab bersama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Bantuan Korindo Group langsung diberikan kepada warga Papua untuk disalurkan langsung ke masyarakat pedalaman. sumber gambar: www.korindonews.com
Cara-cara lain untuk pencegahan agar tidak terkena pandemi ini adalah dengan meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh kita dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan positif, seperti berolahraga, menjaga pola tidur, makan makanan bergizi dan tidak lupa untuk mengkonsumsi vitamin dan ramuan-ramuan tradisional dari kekayaan rempah-rempah tanah air yang sangat kita banggakan dan menjadi incaran para penjajah-penjajah dari dahulu kala, sehingga kita bisa terhindar dari Covid-19 yang menjadi bencana non alam di tanah air kita semenjak bulan Maret lalu.

Ditengah-tengah pandemi ini, sudah sepatutnya kita bersama-sama harus saling mengingatkan agar mematuhi protokol kesehatan termasuk bagi masyarakat di daerah pedalaman. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk berpartisipasi dalam hal saling menjaga agar ketika pulang ke kampung halaman tetap menjaga kesehatan bersama. Maskerku untuk melindungi warga, pun dengan masker mereka untuk melindungi saya. Begitulah kira-kira filosofi dalam hal menjaga kesehatan di masa pandemi global ini.

Bagaimana caranya kita agar dapat ikut berpartisipasi meningkatkan kualitas kesehatan di daerah pedalaman? Seperti dilakukan oleh Korindo Group beserta anak usahanya aktif dan sigap dalam membantu pemerintah untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19 di Papua. Tercatat, perusahaan yang telah berusia 50 tahun dengan niatan mulia berbisnis dengan alam untuk kesejahteraan rakyat pedalaman dengan filosifi tetap melestarikan lingkungan hidup dan menjaga bumi dari kerusakan dengan menjaga hutan dan alam, telah mendistribusikan 120.000 masker medis serta 3.500 Alat Pelindung Diri (APD) berupa Baju Hazmat kepada tenaga medis di Papua. Tidak berhenti disitu saja, perusahaan ini juga aktif keluar masuk hutan untuk memberikan stimulus perekonomian dan menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat Papua.

Seperti pesan Pak Presiden Joko Widodo agar seluruh rakyat dan pemangku kepentingan, termasuk pengusaha bergotong-royong dan memiliki solidaritas tinggi untuk memikul beban akibat pandemi global ini. Adalah waktu yang tepat untuk kita semua bergotong-royong, sama-sama memikul kuk akibat Covid-19 sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bahu membahu menangani masyarakat terdampak Covid-19 harus kita tumbuhkan bersama, seperti yang telah dilakukan oleh Korindo yang menjadi bagian terdepan untuk membantu tenaga medis yang bekerja di garda terdepan dalam menangani pasien-pasien terjangkit Covid-19.

Korindo telah menyerahkan bantuan sebanyak 120.000 lembar masker untuk petugas medis di 3 kabupaten di Papua yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Senior Vice Chairman Korindo Group Robert Seung mengatakan aksi kemanusiaan yang dilakukan Korindo Group ini sebagai tindak lanjut laporan Gugus Tugas setempat yang menyebutkan Papua menjadi salah satu daerah yang mengalami kekurangan faskes (fasilitas kesehatan) dalam penanggulangan COVID-19.

Melengkapi bantuan masker sebelumnya, pada akhir Mei 2020, Korindo kembali memasok bantuan untuk pencegahan penyebaran wabah COVID-19 di wilayah  Papua. Kali ini bantuan yang diserahkan Korindo Group berupa 3.500 Alat Pelindung Diri (APD) berupa Baju Hazmat kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Hal paling utama pastinya kesehatan, seperti pepatah mengatakan “Mensana In Corpore Sano”, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, artinya bahwa hal paling pertama dan utama pastinya kesehatan. Untuk mendapatkan kesehatan yang baik, tentunya selain dorongan dari dalam diri kita untuk berolahraga dengan teratur dan menjaga diri, terutama di saat pandemi seperti ini untuk disiplin diri dalam menerapkan protokol kesehatan yang telah diterapkan, minimal 3M tadi, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Tidak Berkerumun, tentunya faktor makanan sehat dan bergizi juga faktor utama untuk mendapatkan kesehatan.

Klinik Asiki, Klinik Modern di Pedalaman Papua Perbatasan Papua Nugini, Klinik Setara Puskesmas Kota Besar dengan 10.000 Peserta BPJS dengan luas 1.100m2 Upaya Meningkatkan Kesehatan Warga Pedalaman. sumber: www.korindo.co.id
Demi mewujudkan kesehatan untuk masyarakat di pedalaman Papua, Korindo tidak henti-hentinya memberikan pelayanan kesehatan dan kemandirian ekonomi untuk masyarakat Papua agar dapat menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh mereka dengan makanan bergizi, plus membangun sarana dan prasarana penunjang kesehatan, seperti membangun Jembatan Kali Totora yang berada di Desa Prabu-Asiki dilakukan oleh Korindo Group melalui PT Korindo Abadi yang beroperasi di Kabupaten Bovel Digoel Provinsi Papua, sehingga terwujud peningkatan laju roda perekonomian dan mempercepat akses warga untuk berobat ke daerah yang lebih lengkap sarana kesehatannya.

Bentuk kepedulian Korindo bagi kesehatan masyarakat pedalaman dengan aksi nyata secara berkala memasok bahan-bahan makanan (BAMA) oleh anak usaha Korindu Group, Papua Agro Lestari (PAL) berupa 530 kilogram beras dan 27 dus karton mi instan kepada 106 kepala keluarga yang tinggal di sekitara areal operasional perusahaan di Distrik Ulilin Kabupaten Merauke, Papua.

Upaya ini demi mewujudkan Kesehatan yang Baik untuk Sesama yang digagas oleh Korindo Group sehingga terwujud masyarakat pedalaman yang sehat dan memiliki imunitas tubuh yang kuat untuk menangkal segala penyakit termasuk serangan pandemi global Covid-19. Selain memberikan bantuan makanan yang penyalurannya langsung diberikan ke rumah-rumah penduduk, door to door, bahkan mendatangi befak atau pondok-pondok di tengah hutan, dimana masyarakat pedalaman Papua mencari makan hingga berlindung dari keramaian, sehingga pasokan makanan mereka dapat terjaga.

Selain bantuan makanan, untuk mewujudkan Kesehatan yang Baik untuk Sesama, Korindo Group melalui anak usahanya, PT Tunas Sawa Erma (TSE) sejak tahun 2017 lalu membangun sebuah klinik modern di tengah-tengah warga masyarakat Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini dengan jumlah penduduk sekitar 73 ribu jiwa yang masih minim akses jalan dan infrastruktur, sehingga berakibat pada rendahnya kualitas kesehatan masyarakat sekitar.

Klinik Asiki Melayani dengan sepenuh hati dan jiwa mewujudkan peningkatan kesehatan warga Asiki demi Indonesia dan Papua yang sejahtera dan sehat. sumber: www.korindo.co.id
Dan tidak disangka, klinik Asiki yang dibangun Korindo dengan semangat mewujudkan Kesehatan yang Baik untuk Sesama, mendapatkan predikat Klini terbaik di tingkat Provinsi Papua versi BPJS Kesehatan tahun 2017. Klinik Asiki yang memiliki fasilitas lengkap setara dengan Puskesmas di Kota Besar telah mampu meningkatkan kesehatan dan kesadaran warga sekitar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Dr. Firman Jayawijaya mengungkapkan bahwa terpilihnya Klinik Asiki sebagai klinik terbaik didukung dengan berbagai macam faktor.  “Klinik Asiki dinilai memiliki angka kontak yang tinggi, kegiatan prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) berjalan dengan baik. Semua ini didukung dengan fasilitas medis yang cukup lengkap dan modern,” ujar dr. Firman. Tak hanya unggul dalam fasilitas kesehatan, Klinik Asiki juga memiliki tenaga medis yang profesional sehingga dapat menekan angka rujukan pasien.

Jadi tidak heran jika Klinik Asiki yang dibangun kerjasama Korindo dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency) ini dua tahun berturut-turut mendapat predikat Klinik Terbaik se-Papua dan Papua Barat dan mendapatkan penghormatan untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Nasional Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama (FKTP). Dengan jumlah 10.000 peserta BPJS Kesehatan, Klinik Asiki membuktikan telah berkontribusi memberikan kesehatan yang baik untuk sesama, karena mampu memberikan dan mempertahankan pelayanan yang prima kepada masyarakat di Asiki.

Sudut Ruangan di Klinik Asiki yang nyaman dan membuat pasien warga Asiki cepat sembuh. Bukti Klinik Asiki Modern dan Setara dengan Puskesmas di kota. sumber:www.korindofoundation.com
Selain itu, Korindo Group juga mendukung usaha lokal agar tetap produktif dan bisa menambah pendapatan keluarga. Ada bibit-bibit ikan, alat-alat perkebunan, bantuan mesin jahit dan gedung operasional kepada Komunitas Suster PRR Asiki menjadi pemantik semangat masyarakat di Papua agar tetap produktif, sehat menghadapi pandemi global yang kita belum tau kapan berakhir. Disamping itu, Korindo telah membangun Taman Asiki untuk menambah keindahan Asiki.

Inilah secuil kisah bagaimana Korindo berkontribusi dalam mendukung kesehatan warga masyarakat pedalaman. Semoga kisah ini menginspirasi kita agar tetap berkontribusi dalam menjaga diri, menjaga keluarga dan masyarakat sekitar dari virus mematikan Covid-19 dan kita bisa menjadi pemutus rantai penyebarannya. Sekian..

Sumber Artikel :

[1] https://korindonews.com/korindo-group-actively-helps-papuan-community-amid-covid-19-pandemic/?lang=id

[2] https://www.korindo.co.id/korindo-asiki-clinic-named-the-best-clinic-in-papua/?lang=id 

[3] https://korindofoundation.com/

 

Jumat, 04 September 2020

Penerapan Nilai Karakter dari Pelaksanaan Webinar Series Agustus

 

Webinar Pendidikan, Semakin semangat mewujudkan Pendidikan Karakter

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama bulan Agustus 2020 melakukan seri kegiatan webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dengan tujuan agar semua stakeholder pendidikan, terutama guru, orangtua dan semua pemangku pendidikan yang berhubungan langsung dengan peserta didik agar tetap mengutamakan dan mengedepankan Penguatan Pendidikan Karakter saat melakukan proses pembelajaran, baik itu saat tatap muka bagi daerah zona hijau dan kuning, maupun lewat PPJ (Pembelajaran Jarak Jauh) bagi zona merah.

Serunya belajar saat kebiasaan baru menjadu gaung yang harus kita terapkan dalam upaya tetap produktif, cerdas dan berkarakter disaat pandemi covid-19. Mewujudkan proses pembelajaran yang tetap mengutamakan mewujudkan karakter manusia Indonesia seutuhnya tetap harus menjadi prioritas saat terjadinya pembelajaran, baik itu jarak jauh atau tatap muka.

Penguatan pendidikan karakter merupakan program utama pemerintah dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Pendidikan karakter dapat dikatakan sebagai usaha manusia secara sadar dan terencana dalam hal mendidik sekaligus memberdayakan peserta didik dengan tujuan membangun karakter pribadi peserta didik. Tujuannya tentunya agar terwujud generasi penerus bangsa yang memiliki karakter sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ada lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila yang perlu kita terapkan dalam kenormalan baru ini saat melakukan proses pembelajaran, diantaranya:

Nilai karakter religius, dimana selama pandemi ini, kita mengharapkan dan kita sebagai guru dan orangtua menjadi contoh penerapan nilai-nilai religius, terutama di rumah, saat berdoa, melaksanakan ibadah di rumah, sikap menghadapi pandemi covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan, rajin cuci tangan, memakai masker di luar rumah dan menunjukkan sikap mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Nilai karakter nasionalis merupakan nilai karakter yang harus kita tingkatkan sehingga pola pikir generasi bangsa kita bisa lebih mampu mencintai negeri ini dengan segala perbedaan yang kita miliki. Kita harus mengajarkan kepada generasi muda bangsa kita disaat pandemi ini agar mencintai tanah air dengan segala budaya yang beragam, agama yang berbeda-beda, suku yang beraneka ragam, bahasa dan negeri kita yang terdiri dari beribu pulau yang dipersatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita jaga dari segala bentuk rongrongan, terutama yang datang dari dalam negara kita sendiri. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.

Suksesnya Pendidikan Karakter tidak lepas dari Peran Orangtua

 

Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral.

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku yang harus kita pupuk, terutama disaat belajar di tengah pandemi covid-19 agar generasi muda kita tidak tertinggal dalam hal pendidikan mereka. Orangtua dan Guru harus bersinergi untuk mewujudkan mandiri belajar dan merdeka belajar dalam upaya anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.

Inilah nilai-nilai inspiratif dalam mewujudkan karakter bangsa saat belajar di masa pandemi covid-19 yang dapat saya rangkum dari pelaksanaan webinar series Agustus. Salam Pendidikan!

 

Selasa, 25 Agustus 2020

Upaya Pemerintah dan Kita Bersama Selamatkan Energi untuk Indonesia

 

Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Point Pentingnya Ketahanan Energi Nasional Harus Tetap Dibangun Walau Kita Juga Harus Memerangi Pandemi Global. Sumber Gambar: Kabar24-bisnis.com

Tidak dapat dipungkiri, masalah air bersih, ketahanan pangan dan kebutuhan akan energi, adalah masalah pokok yang harus dituntaskan jikalau kita ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa berjaya dan maju dikancah dunia internasional. Pemerintahan sekarang tau betul akan hal itu, sehingga bertekad untuk menuntaskan masalah energi dengan memperkuat ketahanan serta mewujudkan kemandirian energi nasional.

Bagaimanakah caranya? Lagi-lagi Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, saat menghadiri sidang tahunan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2020) kembali menyampaikan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan serta kemandirian energi Indonesia. Beliau mengatakan bahwa keberhasilan memproduksi B30 dari B20 sehingga mampu menekan nilai impor minyak, merupakan upaya nyata mewujudkan kemandirian energi nasional.

Dalam sidang tahunan MPR ini, kembali Presiden Jokowi menyampaikan RAPBN tahun 2021, dimana beliau menyampaikan bahwa saat ini Pertamina sedang gencar-gencarnya menciptakan katalis untuk pembuatan D100, bahan bakar diesel yang 100 persen pembuatannya dari minyak kelapa sawit. Jokowi menyebutkan, proyek ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari.

Ini bakal menjadi berita bahagia tentunya bagi petani sawit. Bisa dibayangkan, jika hal ini terealisasi, maka akan betapa berjayanya para petani sawit di Indonesia, karena Pertamina butuh minimal 1 ton juta sawit per hari. Seharusnya ini menjadi kabar baik bagi 2,74 juta kepala keluarga petani sawit di Perkebunan Rakyat di seluruh Indonesia agar lebih serius dalam mengelola kebun sawitnya sehingga menghasilkan produktivitas sawit yang mampu memenuhi target dari Pertamina.

Sebab, tahun 2019 menurut data dari Katadata.co.id bahwasanya produktivitas petani sawit dari Perkebunan Rakyat secara nasional diperkirakan hanya mencapai 3,15 juta ton/ha, sedangkan produktivitas Perusahaan Besar Negara (PBN) sebesar 3,67 juta ton/ha, Perusahaan Besar Swasta (PBS) nasional 4,1 juta ton/ha dan PBS Asing 4,12 juta ton/ha. Sementara itu, menurut temuan Traction Energy Asia di Kalimantan Barat dan Riau, rata-rata tingkat produksi sawit Perkebunan Rakyat hanya mencapai separuh dari rata-rata tingkat produksi perusahaan sawit.

Sehingga kolaborasi antara Pemerintah dengan petani sawit sangat dibutuhkan dalam hal akses bibit berkualitas, cara pengolahan sawit yang benar, pendanaan yang tidak menyulitkan petani harus ditingkatkan sehingga produktivitas petani sawit mampu mengimbangi produksi Perusahaan Sawit.

Bahkan Pemerintah lewat Pertamina kembali serius-seriusnya mengadakan Hilirisasi Bahan Mentah. Apa dan bagaimana bentuk Hilirisasi Bahan Mentah yang dijanjikan oleh Presiden Jokowi? Hilirisasi merupakan proses mendekatkan hasil riset dan inovasi terhadap bahan mentah sebagai input proses industrialisasi. Hilirisasi perlu didukung oleh adanya industri dasar yang efisien untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau tentunya bahan setengah jadi.

Pertamina Telah Sukses Menerapkan B30 yang sebentar lagi akan meluncurkan produk B20, Biodisel Untuk Menjaga Energi Nasional kita. sumber: kemdikbud.go.id
 

Sumber daya alam yang menjadi Hilirisasi adalah Batu Bara yang telah diolah menjadi methanol dan gas. Termasuk beberapa kilang yang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi.

“Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium. Hal ini akan memperbaiki defisit transaksi berjalan kita, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil,” terang pak Jokowi.

Dengan demikian, hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan.

"Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. 25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju," tutup pak Jokowi.

upaya-upaya Pemerintah ini harus kita dukung bersama sehingga kemandirian energi di masa mendatang benar-benar terwujud. Menteri BUMN, Erick Thohir kembali menjalin kerjasama dengan perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA) dalam hal transfer teknologi dari negara kaya minyak bumi dengan Indonesia yang masih dalam proses mewujudkan negara yang memiliki ketahanan energi nasional.

Optimistis Pertamina Harus Kita Dukung Bersama dalam upaya Menciptakan Ketahanan Energi Nasional. sumber: pertamina.go.id
 

Kemandirian dalam mengelola energi merupakan keharusan, apalagi energi ramah lingkungan harus dihasilkan. Dan dalam waktu dekat, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Jawa Barat akan bisa dimanfaatkan tahun 2022. Lalu perusahaan energi terbarukan (EBT) Masdar yang berbasis di Abu Dhabi telah bermitra dengan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dalam membangun PLTS Terapung Cirata berkapasitas 145 megawatt peak (MWp).

Dengan dana investasi pembangkit PLTS Terapung Cirata yang berkisar senilai USD129 juta, maka kehadiran PLTS ini akan menjadi sumber energi bertenaga surya terbesar di ASEAN setelah PLTS di Philipina, Cadiz Solar Powerplant sebesar 132,5 MW.

Ada beberapa cara dilakukan agar mampu Indonesia mampu keluar dari krisis energi, diantaranya dengan memperkuat cadangan energi nasional, tentunya dengan menyediakan cadangan energi operasional, kedua cadangan penyangga energi, disediakan untuk menjamin ketahanan energi nasional sejalan dengan kebijakan efisiensi energi nasional terutama melalui kebijakan subsidi BBM dan listrik yang tepat sasaran. Ketiga, cadangan strategis yakni sumber daya energi yang sudah diketahui lokasi, jumlah, dan mutunya yang dicadangkan untuk masa depan.

Minyak bumi, gas dan batubara masih akan terus mendominasi pemenuhan kebutuhan energi nasional. Di masa mendatang ketergantungan terhadap energi fosil harus diminimalisir melalui optimalisasi pemanfaatan Eneri Baru Terbarukan secara bertahap. 

Mixing energy antara energi fosil dan Energi Baru Terbarukan hanya dapat dilakukan dengan dukungan infrastruktur energi yang memadai, mengingat ketidaksesuaian antara persebaran sumber energi dan konsumen di Indonesia. 

Untuk merealisasikannya dibutuhkan regulasi yang mendukung, riset dan teknologi, investasi, maupun perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih hemat dan bijak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis energi di masa mendatang.

Jadi marilah kita hemat energi dan mendukung penerapan program Biodisel (B20) demi ketahanan energi nasional.

Sumber artikel:

https://www.esdm.go.id/assets/media/content/content-outlook-energi-indonesia-2019-bahasa-indonesia.pdf

https://www.pertamina.com/id/news-room/news-release/hadapi-tantangan-pandemi-pertamina-optimis-kinerja-2020-positif

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/pertama-di-dunia-indonesia-terapkan-biodiesel-30-persen-b30